Katakan TIDAK pada Minuman Bersoda!


Siapa yang senang atau hobi atau bahkan sudah menjadi kebutuhan minum softdrink yang mengandung soda??

Ini ada 10  alasan mengapa kita harus berkata TIDAK pada minuman bersoda dari sumber yang tidak dipercaya.. 🙂

cekibbroott..

1. Softdrink menguras air dalam tubuh.
Seperti halnya diuretik yang bukannya memberikan air untuk tubuh kita, tapi malah menghabiskannya. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrinks memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh kita. Untuk mengganti air ini, orang harus minum 8-12 gelas air untuk setiap gelas yang diminum.


2. Softdrink tidak pernah meng-hilangkan rasa haus karena Softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus – menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang melemahkan tubuh pada tingkat serius. Pada gilirannya akan menyebabkan melemahnya sistem kekebalan dan menimbulkan berbagai penyakit.

3. Tingkat kandungan fosfat yang tinggi dalam softdrinks dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang serius dapat menyebabkan penyakit jantung ( kekurangan magnesium), osteoporosis ( kekurangan kalsium ) dan banyak lagi. Sebagian besar vitamin tidak berfungsi di dalam tubuh tanpa adanya mineral.

4. Softdrink dapat membersihkan karat pada bumper mobil atau benda benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya.

5. Jumlah gula yang tinggi dalam softdrinks menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar, yang mengakibatkan “benturan gula”, Kelebihan dan kekurangan gula dalam insulin dapat menyebabkan diabetes dan penyakit yang terkait dengan ketidakseimbangan dalam tubuh. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan anak sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup.

6. Softdrinks sangat mempengaruhi pencernaan. Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat. Softdrink bila diminum bersamaan dengan kentang goreng akan membutuhkan waktu berminggu minggu untuk di cernakan.

7. Softdrink mengandung aspartame, yang di hubungkan dengan depresi, insomnia, penyakit saraf dan banyak penyakit lainnya. Di Amerika, FDA telah menerima lebih dad 10400 keluhan konsumen terhadap aspartame.

8. Softdrink: bersifat sangat asam, sehingga dapat menembus garis sambung pada kaleng alumunium dan dapat melumerkan kaleng tersebut bila disimpan terlalu lama. Pasien penderita alzheimer yang telah diotopsi semuanya memiliki kadar aluminium yang sangat tinggi dalam otaknya. Logam berat dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan syaraf dan penyakit lainnya.

9. Softdrink bersifat sangat asam, tubuh manusia secara alamiah memiliki pH 7,0. Softdrink memiliki pH 2,5, artinya anda memasukkan sesuatu yang ratusan ribu kali lebih asam ke dalam tubuh anda. Penyakit berkembang dalam lingkungan asam. Softdrink akan mengendapkan limbah asam dalam tubuh yang menumpuk dalam sendi dan di sekitar organ tubuh. Contohnya, pH tubuh penderita kanker atau randang sendi selalu rendah. Semakin parah penyakit seseorang, semakin rendah pH tubuhnya.

10. Jangan pernah berpikir untuk meneguk Softdrink saat anda terkena demam atau flu, Softdrink akan mempersulit tubuh melawan penyakit tersebut.

Nah lo..??

Gimana dongan-dongan..??

Jangan percaya ya.. Biar sakit..

hehehe

-original posting-

Keluarga Besar Alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar-Semarang.

Horraass..!!

Advertisements

Semarang Punya (1)


Setelah lama lalu lalang mari kita sambung tour de Semarang.. 🙂

Sambungan dari post kemarin, inilah sedikit foto dari kota Semarang .

PRPP

Ke Gombel

yang di atas road race competition..
🙂

Lokomotif di Lawang Sewu.

Yang lain-lain.. #siulsiul

  

   

Mari kita sambung lagi..

Ada yang tau ini candi apa…??

what?
adong do candi  Semarang? I pe huboto bah..

yup,, namanya Candi Tugu.

Menurut info yang tidak dipercaya, candi ini dekat IAIN Walisongo.

belum jelas bos bentuk candinya..!!

ini dia tambahan potona..

 

itu dulu ah..
biar AUDISIE penasaran trus jalan2 ke situ…

heheh

🙂

Semarang Punya


Inilah beberapa tempat di Semarang.

Semarang atau orang asing yang berkulit putih bermata cipit menyebutnya San Bao Long alias Semarang tempo doeloe.

Lawang Sewu

Keunikan Dibalik Angkernya Bangunan Peninggalan Belanda

Inilah tempat yang dibilang orang-orang yang paling anker di Indonesia. 🙂

Unik gak?

Semarang gitu.. 🙂

tetapi tau gak sejarahnya gimana?

Terletak di komplek tugumuda, dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang
digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.Masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung LaswangSewu, mengingat gedung ini memiliki jumlah pintu dalam jumlah banyak, yangt dalam arti kiasan banyak berarti jumlahnya seribu atau lebih , yang dalam bahasa jawa LawangSewu.Lawang berarti pintu dan Sewu berarti seribu.
Dalam perkembangannya setelah kemerdekaan digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Indonesia ( DKARI ) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Kemudian untuk kepentingan militer, yaitu sebagai kantor KODAM IV Diponegoro ( yang kini dipusatkan di Watu Gong ), dan terakhir digunakan sebagai Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Saat ini gedung yang masuk dalam 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang digunakan sebagai objek wisata dengan fasilitas berupa peninggalan sejarah arsitek bangunan kuno dan antik, ada ruang bawah tanah dan menara informasi, sering pula digunakan sebagai tempat pameran dalam event tertentu.
naah,, yang paling unik ya itu dia, gedungnya punya 1000 pintu..
seribu setan juga mungkin ya..
🙂
 apa lagi yang dipunya Semarang?
Tugu Muda
   
Tugu Muda persis di depan Lawang Sewu. Jadi, habis uji nyali bisa cuci mata dulu di sini.. hehehe
Sejarahnya..??
Tugu Muda adalah sebuah monumen di Semarang, berlokasi di pusat bundaran tugu muda. Monumen ini dibangun di tahun 1953 untuk mengenang heroisme pejuang Semarang melawan penjajah Jepang yang dikenal sebagai pertempuran selama lima hari di kota Semarang dari tanggal 14-19 Oktober 1945.
Merupakan tugu yang berpenampang segi lima. Terdiri dari bagian yaitu landasan, badan dan kepala. Pasa sisi landasan tugu terdapat relief. Keseluruhan tugu dibuat dari batu. Untuk memperkuat kesan tugunya, dibuat kolam hias dan taman pada sekeliling tugu. Bangunan yang berada disekitar tugumuda adalah lawang sewu, Kantor BDNI, bakal Rumah Dinas Gubernur Jateng, Museum Manggala Bakti dan Katedral.
 Bermula dari ide untuk mendirikan monumen yang memperingati peristiwa Pertempuran Lima hari di Semarang. Pada tanggal 28 Oktober 1945, Gubbernur Jawa Twngah, Mr. Wongsonegoro meletakkaan batu pertama pada lokasi yang direncanakan semula yaitu didekat Alun-alun. Namun karena pada bulan Nopember 1945 meletus perang melawan Sekutu dan Jepang, proyek ini menjadi terbengkalai. Kemudian tahun 1949, oleh Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI), diprakarsai ide pembangunan tugu kembali, namun karena kesulitan dana, ide ini jugaa belum terlaksana.
Tahun 1951, Walikota Semarang, Hadi Soebeno Sosro Wedoyo, membentuk Panitia Tugu Muda, dengan rencana pembangunan tidak lagi pada lokasi alun-alun, tetapi pada lokasi sekarang ini. Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada tugu dikerjakan oleh seniman Hendro. Batu yang digunakan antara lain didatangkan dari kaliuang dan Paker. Tanggal 10 Nopember 1951, diletakkan batu pertama oleh Gubernur Jateng Boediono dan pada tanggal 20 Mei 1953, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Tugu Muda diresmikaan oleh Soekarno, Presiden Republik Indonesia. Hingga sekarang, cukup banyak perubahan yang telah dilakukan terhadap arca di sekitar tugu muda, antatra lain pembuatan taman dan kolam.
Bangunan ini sampai sekarang masih berdiri tegak di tengah persimpangan Jalan Sutomo, Jalan Pandanaran, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Soegiyapranoto, para pejuang dari Semarang (waktu itu) pantang menyerah, penjajahan Jepang dilawan sampai titik darah penghabisan, dan heroisme masyarakat setempat ketika melawan penjajah dikenal sebagai pertempuran lima hari dari tanggal 14-18 Oktober 1945.Menurut dia, Tugu Muda Semarang berbentuk lilin mengandung makna semangat juang para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI tidak akan pernah padam.

Pada kaki tugu ini terdapat relief yang menggambarkan kesengsaraan rakyat Indonesia saat adanya penjajahan Jepang.

Tugu Muda Semarang, oleh Pemprov Jateng dijadikan salah satu di antara beberapa daya tarik wisata yang ada di Kota Semarang.

naah sekarang kita ke Tawang dulu ya..

masih dalam konteks cuci mata.. heheeh

eh, ke Simpang Lima dulu lah,, di sana lebih rame..

🙂

Simpang Lima

Siang gak enak, malam aja lebih nyantai..

Simpang lima inilah yang tempo doeloe dijadikan sebagai alun-alun, tapi sekarang sudah berbeda fungsi. 😦

Gak percaya..??

Ini buktinya..

Sekarang kita ke Tawang..

Ada yang mau pergi..??

kok danau?

itu namanya Polder tepat di depannya stasiun taawng..

kata orang sih untuk mencegah banjir..

Loh..?? itu bukannya tempat sampah yang besar ya..??

:p

Tawangnya mana? masa cuma depannya?

  

Loh om?? kok banjir..??

katanya ada polder….??

maaf nak, poldernya sudah jadi tempat sampah…xixixixi

itu cuma intermeso saja..

Ini dia yang aslinya.. Lumayan kan..?? Lumayan seram.. hehehehe

teerus kemana lagi..??

yang dekat aja ya..

Kota Lama..

Apa itu?

Kota Lama adalah Belanda di Semarang, jadi ngapain jauh-jauh ke belanda kalo di sini ada.. 🙂

Ini gereja Blenduk(Belanda-red) sekarang jadi gereja GPIB Immanuel.

Dan ini daging blenduk eh, sorry keceplosan.. 🙂

Ini lagi yang perlu ditambahi..

Tuh pabrik rokok jaman susah..

🙂

apa lagi..??

daerah Gubernuran aja ya..

Horas AUDISIE!

Peraturan Dasar Keluarga Audisie


Peraturan dasar..?? what the hell..?? katanya keluarga masa ada peraturan berpasal-pasal….!!

Tenang, layaknya keluarga kita juga punya aturan seperti di rumah. Bukan menjadikan Keluarga Audisie menjadi himpunan Audisie atau ikatan Audisie atau apa lah namanya yang menuju ke organisasi. 🙂

Tanpa mengurangi rasa hormat kakak dan abang pendiri Audisie dan juga para senior, seluruh anggota telah menyetujui adanya peraturan dasar ini dalam rapat anggota masa kepemimpinan Samuel Hutasoit sebagai ketua.

Langsung saja, ceekkiibbrroott…

PERATURAN DASAR

KELUARGA ALUMNI SMA RK BUDI MULIA

PEMATANGSIANTAR – SEMARANG

(AUDISIE)

 

Dengan persetujuan bersama

SELURUH ANGGOTA AUDISIE MELALUI RAPAT ANGGOTA

dan

KETUA AUDISIE

 

 

MEMUTUSKAN :

 

Menetapkan :

PERATURAN DASAR KELUARGA ALUMNI SMA RK BUDI MULIA PEMATANGSIANTAR- SEMARANG

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

 

            Dalam peraturan dasar ini yang dimaksud dengan :

  1. Audisie adalah keluarga alumni SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar-Semarang
  2. Badan Pengurus adalah terdiri atas Ketua dan Sekretaris
  3. Ketua adalah ketua Audisie
  4. Sekretaris adalah sekretaris Audisie
  5. Pengurus adalah orang yang dipilih secara langsung oleh Ketua untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai ketentuan yang diatur dalam peraturan ini
  6. Koordinator divisi adalah orang yang ditunjuk oleh Ketua sebagai bagian dari pengurus untuk memimpin suatu divisi, dan mengkoordinasikan seluruh program divisi
  7. Anggota divisi adalah orang yang ditunjuk oleh Ketua sebagai bagian dari pengurus untuk membantu tugas-tugas koordinator divisi
  8. Anggota adalah orang yang terdaftar secara formal dalam keanggotaan Audisie dan pernah mengeyam pendidikan di SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar
  9. Rapat adalah Rapat anggota dengan Badan Pengurus dalam rangka membahas atau melaksanakan program Audisie kecuali ditentukan lain

10.Almamater adalah SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar yang beralamat di jalan Melanthon Siregar no. 160 Pematangsiantar

 

 

BAB II

BADAN PENGURUS

 

Pasal 2

Badan Pengurus terdiri dari Ketua dan Sekretaris

Pasal 3

Ketua dipilih secara langsung oleh anggota melalui suatu mekanisme pemilihan yang ditetapkan oleh Tim Kerja Pelaksana Regenerasi Pengurus

Pasal 4

Ketua terpilih memiliki hak preogratif untuk memilih dan menetapkan sekretaris dan seluruh alat kelengkapan kepengurusan

Pasal 5

Masa jabatan Ketua adalah satu tahun terhitung mulai dari pengangkatan Ketua dan masa jabatan ini berlaku sama untuk semua alat kelengkapan kepengurusan

Pasal 6

Ketua bertugas melaksanakan dan mengkoordinasikan terlaksananya seluruh program Audisie sebagaimana diatur dalam peraturan ini

Pasal 7

Sekretaris bertugas membantu Ketua, khususnya dalam bidang administrasi.

Pasal 8

Dalam hal Ketua berhalangan sementara digantikan secara kolektif dan kolegial oleh sekretaris dan seluruh koordinator divisi

Pasal 9

Dalam hal Ketua berhalangan tetap maka pada rapat dibulan berikutnya diadakan pemilihan ketua

BAB II

DIVISI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

Pasal 10

            Divisi informasi dan komunikasi adalah divisi yang menjadi sarana atau wadah penyampaian informasi terkait penyelenggaraan kegiatan keluarga Audisie, dan media komunikasi antara pengurus dan anggota melalui komunikasi satu arah atau dua arah secara langsung atau tidak langsung dengan tujuan seluruh anggota dapat mengetahui informasi yang diperlukan dan dapat menyampaikan saran dan kritiknya melalui media atau alat tertentu yang disebut lebih lanjut dalam aturan ini.

 

Pasal 11

            Divisi informasi dan komunikasi bertugas membuat dan/ atau mengaktifkan, memperbaharui dan/ atau menjalankan sarana informasi dan komunikasi berupa facebook, email, mailist, friendster, handphone atau hal lain yang dapat dipersamakan dengan itu

Pasal 12

            Semua media informasi dan komunikasi atau yang dapat dipersamakan dengan itu sebagaimana disebut dalam pasal 11 harus menggunakan nama resmi, logo dan alamat keluarga Audisie. Alamat yang dimaksud adalah alamat tempat domisili Ketua Audisie.

Pasal 13

            Hal-hal yang diinput atau diupload atau dimasukkan dalam media informasi dan komunikasi adalah hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan kepengurusan, kegiatan dan jalinan silahturahmi atau komunikasi antarpengurus, anggota dan/ atau orang lain yang berkepentingan dengan itu.

Pasal 14

            Semua pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 berhak memberikan saran, kritik, masukan atau hal lain yang berkenaan dengan maksud pasal 13.

 

Pasal 15

            Pengurus dan/ atau divisi informasi dan komunikasi berhak mengurangi, mengedit atau menghilangkan saran, kritik, masukan sepanjang bertentangan dengan norma kesantunan, kesopanan atau hal lain yang dinilai tidak pantas.

Pasal 16

Dalam rangka mewujudkan hal sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 Divisi informasi dan komunikasi bertugas untuk :

(1)     Memuat, mengupload atau memperbaharui data, foto, video yang berkaitan dengan penyelenggaraan keluarga Audisie.

(2)     Memberikan balasan atau jawaban atas komentar, saran, pertanyaan, kritik yang muncul di salah satu atau semua sarana informasi dan komunikasi yang ada sepanjang sesuai dengan penyelenggaraan keluarga Audisie ataupun diluar itu sepanjang dapat ditoleransi semata-mata untuk peningkatan keakraban, keharmonisan, dan kekompakan seluruh anggota.

(3)     Membuat rangkuman saran, kritik setiap bulannya yang dipandang potensial untuk dipertimbangkan dan diserahkan pada Badan Pengurus untuk dikomunikasikan dan dibahas pada rapat di bulan berikutnya.

(4)     Memanfaatkan sarana komunikasi satu arah short message sending ( sms )  sebagai media penyampaian informasi untuk penyelenggaran kegiatan Audisie

(5)     Mendesain tampilan semua sarana informasi dan komunikasi agar terlihat menarik dan berkesan

Pasal 17

Divisi informasi dan komunikasi berhak mendapatkan pergantian biaya atas penyelenggaraan sarana informasi dan komunikasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan sistem pascabayar dengan membuat laporan pengeluaran bulanan dan diajukan pada Ketua  untuk diperiksa dan dicek kebenarannya dan selanjutnya dapat dimintakan pencairannya melalui Koordinator divisi finansial dan sosial.

BAB III

DIVISI ALMAMATER DAN KEANGGOTAAN

Pasal 18

            Divisi almamater dan keanggotaan adalah divisi yang menjadi sarana untuk menjalin hubungan yang baik dengan almamater dalam hal ini SMA RK BUDI MULIA Pematangsiantar demi terwujudnya suatu komunikasi dan silahturahmi yang intensif, hangat dan produktif. Divisi ini juga dimaksudkan sebagai sarana untuk mendata keanggotaan keluarga besar Audisie dari segala aspek identitas yang berkaitan untuk itu dengan tujuan  semua anggota dapat saling mengenal dan secara formal terdaftar dalam keanggotaan.

Pasal 19

Dalam melaksanakan fungsi almamater divisi ini bertugas untuk :

(1)    Menjalin komunikasi dengan pihak almamater secara kolektif ataupun secara personal  melalui berbagai media komunikasi baik facebook, website, handphone, email, sms, atau melalui fungsi koordinasi dengan divisi informasi dan komunikasi

(2)    Memberikan informasi ataupun data tentang perguruan tinggi negeri dan swasta favorit yang ada di kota Semarang, profil dan strategi pemilihan program studi atau jurusan, jadwal pelaksanaan ujian mandiri universitas dan hal lain yang dapat mendukung tujuan divisi ini

(3)    Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 melalui pembuatan buku yang berisi tentang hal-hal tersebut, dan dikirimkan ke pihak almamater melalui pos atau jasa pengiriman sebanyak sepuluh rangkap yang terdiri dari 1 untuk kepala sekolah, 3 untuk perpustakaan, dan 6 untuk tiap-tiap kelas 3, dan/ atau melalui metode presentasi kepada adik-adik kelas 3 sepanjang waktu, kondisi dan perizinan memungkinkan untuk itu

Pasal 20

Pelaksanaan program presentasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat 3 dapat dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga alumni di daerah lain melalui suatu nota kesepahaman ataupun dilakukan secara mandiri oleh keluarga Audisie

Pasal 21

Untuk mewujudkan pelaksanaan presentasi tersebut, Badan Pengurus membentuk suatu Tim Pelaksana Program yang mana secara struktural tim ini berada dibawah fungsi koordinasi divisi ini. Tim ini selanjutkan akan merumuskan materi presentasi sebagaimana diatur dalam pasal 19 ayat 2 dan mempersiapkan kebutuhan pendukung pelaksanaan presentasi.

Pasal 22

Tim Pelaksana Program dalam melaksanakan presentasi harus menjaga nama baik Audisie melalui pikiran, perkataan, tindakan,kesopanan, kesusilaan, menjaga ketertiban dan ketenangan, serta kepercayaan pihak almamater

Pasal 23

Tim Pelaksana Program harus membuat laporan tentang pelaksanaan presentasi kepada Badan Pengurus untuk dilaporkan dan dibahas pada rapat dibulan berikutnya sesudah diterimanya laporan tersebut.

Pasal 24

Keluarga Audisie melalui divisi ini tidak mencampuri hal-hal yang menjadi urusan pihak almamater sepanjang tidak berhubungan dan berakibat pada keluarga ini baik langsung maupun tidak langsung. Dengan tidak adanya hubungan struktural antar para pihak disini maka hubungan yang terjalin adalah semata-mata untuk perwujudan tujuan sebagaimana dimaksud dalam divisi ini.

 

 

 

Pasal 25

Dalam melaksanakan fungsi keanggotaan divisi ini bertugas untuk :

(1)    Mendata keanggotaan seluruh anggota dengan mengedarkan formulir keanggotaan dan mengumpulkannya kembali untuk disusun, diketik dan diakumulasikan dalam suatu data word ataupun program yang dapat dipersamakan atau lebih baik dari itu, dengan pengklasifikasian berdasarkan tahun angkatan dalam hal ini tahun lulus SMA

(2)    Bertindak secara aktif untuk menanyakan, mengetahui, mengupdate perubahan informasi jati diri ataupun identitas anggota

Pasal 26

Materi isian formulir keanggotaan adalah seperti yang telah berlaku pada materi isian selama ini dan dapat diubah sepanjang kebutuhan memerlukannya

Pasal 27

Seluruh anggota berhak untuk mengetahui data seluruh anggota Audisie melalui divisi ini baik dengan menggandakannya ataupun hal lain untuk maksud yang sama

BAB IV

DIVISI FINANSIAL DAN SOSIAL

Pasal 28

 

Divisi finansial dan sosial adalah divisi yang menjadi sarana pengumpulan dana atau kas Audisie dan sarana perwujudan sosial anggota kepada anggota lain untuk hal-hal yang ditentukan berikut

Pasal 29

 

Divisi finansial dalam hal ini menjalankan tugas dan fungsi bendahara sebagaimana layaknya

Pasal 30

 

Dalam melaksanakan fungsi finansial divisi ini bertugas untuk :

(1)       Mengutip dana sebesar yang ditentukan kemudian dalam rapat perdana di tahun masa awal kepengurusan yang mana pembayarannya dapat dilakukan sekaligus ataupun mencicil dan dana yang dimaksud adalah dana kewajiban rutin untuk hitungan satu tahun

(2)       Membuat pendataan terhadap penerimaan dana masuk dan dana keluar yang mana dilakukan dalam dua wadah yakni buku kas dan format excel atau yang dipersamakan dengan itu

(3)       Mengusahakan penerimaan dana kas melalui berbagai usaha dana yang memungkinkan baik melalui pembuatan jaket, atau pin , atau kaos atau hal lain sepanjang mendapat persetujuan anggota dalam rapat Audisie

(4)       Membuat laporan pertanggungjawaban setiap 4 bulan dan dilaporkan pada rapat di bulan berikutnya kepada seluruh anggota

Pasal 31

 

Semua saldo dana yang berasal dari seluruh kegiatan rutin atau insidental yang dilakukan atas nama keluarga Audisie dimasukkan dalam kas Audisie

Pasal 32

 

Dalam melaksanakan fungsi sosial divisi ini bertugas untuk :

(1)        Mengunjungi anggota yang sakit di rumah sakit atau di rumah atau di tempat kost dan memberikan buah atau uang sebesar tiga puluh ribu rupiah

(2)        Mengunjungi dan memberikan penghiburan kepada anggota yang dalam keadaan berduka karena orangtua kandung dan/ atau saudara kandung meninggal dunia setelah yang bersangkutan kembali ke Semarang apabila domisilinya berada di luar kota Semarang. Dalam melaksanakan kunjungan tersebut diberikan uang dukacita sebesar seratus ribu rupiah terhadap orangtua yang meninggal dan/ atau lima puluh ribu terhadap saudara kandung yang meninggal dunia

(3)        Memberikan ucapan selamat ulang tahun atau selamat atas pelaksanaan hari-hari besar tertentu atau selamat wisuda atau atas hal lain kepada seluruh anggota Audisie melalui short message sending

Pasal 33

 

Uang dukacita yang dimaksud dalam pasal 31 ayat 2 diambil dari kas Audisie dan dapat ditambahkan secara sukarela oleh anggota yang berkeinginan untuk itu

Pasal 34

 

Terhadap anggota yang berduka karena orangtua kandung meninggal dunia diberikan bunga papan atau bunga salib atau krans bunga senilai maksimal seratus lima puluh ribu rupiah

 

 

 

 

Pasal 35

 

Dalam hal Pengurus Audisie diminta oleh anggota yang telah lulus atau telah diwisuda dapat melaksanakan pertemuan Audisie sebagai sarana syukuran yang mana keseluruhan dana pelaksanaanya ditanggung oleh pihak yang memintanya baik secara personal maupun kolektif

Pasal 36

 

Terhadap anggota yang telah lulus atau diwisuda, Audisie memberikan kenang-kenangan seharga maksimal lima puluh ribu rupiah

BAB V

KEGIATAN TEMPORAL

 

Pasal 37

 

Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan berskala temporal Badan Pengurus melalui Rapat Audisie menetapkan Tim Kerja Pelaksana program temporal yang dimaksud

Pasal 38

 

Program temporal yang dimaksud adalah Penyambutan dan Registrasi mahasiswa baru- calon anggota baru, Penerimaan Anggota Baru-Regenerasi kepengurusan, Ulang Tahun Audisie dan Natal-Tahun Baru, Paskah.

Pasal 39

 

Terhadap hal-hal tertentu berdasarkan saran anggota dapt dilaksanakan kegiatan yang bersifat insidental dan diputuskan pelaksanaannya di dalam rapat Audisie

 

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 40

 

Terhadap semua pengeluaran biaya yang dikarenakan pelaksanaan program Audisie dapat dimintakan penggantiannya pada koordinator divisi finansial  dan sosial yang berfungsi sebagai bendahara

Pasal 41

 

Hal-hal lain yang bersifat aturan ataupun ketentuan yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang dilaksanakan dengan baik tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dasar ini

 

Pasal 42

 

Hal-hal lain yang bersifat penjabaran dan penjelasan teknis dari peraturan ini ditentukan kemudian dalam suatu petunjuk pelaksanaan yang hirarkinya berada dibawah aturan ini

 

Pasal 43

 

Terhadap kekeliruan yang mungkin terjadi, maka peraturan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya melalui suatu rapat Audisie

 

Pasal 44

 

Peraturan Dasar ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Agar setiap anggota mengetahuinya, memerintahkan Peraturan Dasar ini ditempatkan dalam media informasi dan komunikasi

Ditetapkan di Semarang

Pada tanggal 1 Desember 2009

KETUA AUDISIE

Perintis dan Pengurus AUDISIE


Inilah Perintis dan Pengurus Keluarga Besar AUDISIE dan fotonya, biar lebih gampang mengenali. 🙂

1. Mirian J. Munthe

    Jurusan :  Teknik Lingkungan

   Menjabat Sebagai Ketua periode 2003-2006

2. Chandra Wijaya Saragih

Chandra Saragih

 Jurusan :  Teknik Sipil

      Menjabat Sebagai Ketua periode 2006 – 2007

3. Ronald Siregar

Ronald Siregar

     Jurusan :  Teknik Lingkungan

     Menjabat Sebagai Ketua Periode  2007 – 2008

4. Roysari Ambarita

Roy Ambarita

Jurusan : Teknik Arsitektur

Menjabat sebagai Ketua Periode :  2008 – 2009

5. Samuel GP. Hutasoit

Samuel GP Hutasoit

        Jurusan : Ilmu Hukum

        Menjabat Sebagai Ketua Periode 2009 – 2010

6. Oscar Samuel Lumbantobing

Oscar Lumbantobing

        Jurusan : Teknik Sipil 

        Menjabat Sebagai Ketua Periode 2010- sekarang

KELUARGA BESAR ALUMNI SMA BUDI MULIA PEMATANGSIANTAR – SEMARANG ( AUDISIE )


KELUARGA BESAR ALUMNI SMA BUDI MULIA PEMATANGSIANTAR-SEMARANG

email : keluargaaudisie@yahoo.com

Lambang AUDISIE

Audisie adalah singkatan dari Alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar Semarang yang merupakan paguyuban

Logo SMA Budi Mulia

berasaskan kekeluargaan. Audisie beranggotakan semua alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar yang sedang kuliah atau bekerja dan berdomisili di kota Semarang. Paguyuban ini lahir pada tanggal 26 Desember 2003 yang digagas oleh 11 orang di sebuah café di Tembalang. Dengan jumlah angota 92 orang tentu sebuah penghargaan oleh para kakak-kakak yang sudah membentuk AUDISIE untuk menjadi yang terbaik ke depannya, tanpa harus meninggalkan asas kekeluargaan sampai kapanpun.

Pada umumnya semua anggota AUDISIE adalah mahasiswa yang kuliah di Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Pelayaran dan sebagainya.

Beda Universitas tidak menjadikan AUDISIE menjadi paguyuban yang membentuk kelompok-kelompok di dalam kelompok.

Pembentukan paguyuban ini adalah untuk membantu semua alumni SMA Budi Mulia Pematangsiantar yang akan kuliah/bekerja di Semarang agar lebih mudah mencari tempat tinggal dan mendapatkan informasi tentang kota Semarang dari anggota AUDISIE dimana seidentitas dari satu almamater mendasari setiap anggota AUDISIE.

AUDISIE merupakan keluarga yang saling membantu dan saling mengisi satu sama lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap keluarga harus saling membantu dan tidak sombong. Contoh sederhananya ketika seseorang yang baru saja tiba di Semarang, karena ingin melanjutkan pendidikan di salah satu univesitas di Semarang. AUDISIE akan berinisiatif setelah ada informasi untuk menjemput seseorang di bandara atau stasiun untuk kemudian didampingi melakukan registrasi dan banyak hal lainnya. Tentu tidak terbatas sampai disitu saja, dalam hal studi pun sesama anggota AUDISIE akan saling membantu dan mengisi.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai sarana mempererat persaudaraan sesama anggota. Diawali dengan Penerimaan Anggota Baru ( PAB), kegiatan sosial, natal, presentasi jurusan di SMA Budi Mulia, kunjungan kemitraan dan kebersamaan dengan keluarga alumni yang lain seperti Abusyo dan lain sebagainya.

Walaupun AUDISIE di Semarang tidak menutup kemitraan dengan keluarga alumni yang lain.

Sejauh ini AUDISIE sudah cukup dikenal oleh siswa dan guru SMA Budi Mulia melalui presentasi ke sekolah pada liburan semester dan sudah Terbukti pada tahun 2010 jumlah anggota bertambah sangat banyak.Banyaknya anggota ini diharapkan menjadikan AUDISIE semakin berkembang dan selalu kompak.

Jadi, siapapun yang ingin melanjutkan pendidikan ke kota Semarang AUDISIE siap membantu dalam hal apapun sejauh kami sanggup.

KELUARGA BESAR ALUMNI SMA BUDI MULIA PEMATANGSIANTAR-SEMARANG